Selamat datang di Snow Wolf of Peaceful, Terima Kasih telah berkunjung jangan lupa tinggalkan komentar | Selamat datang di www.hshirokuro.blogspot.com | Apabila ada artikle yang tidak layak / SARU harap coment di blog ini atau bisa memberi tahu lewat Twitter kami | Terima Kasih telah berkunjung |

Jumat, 06 April 2012

Pengaruh Musik Pada Manusia


Music ternyata sangat berpengaruh dalam kehidupan apalagi selain dapat didengarkan dan diselenggarakan, dia juga dapat dipelajari berdasarkan ilmu pengetahuan. Pythagoras, matematikawan Yunani, pada abad 6 SM telah mengupas suatu gejala dalam musik yakni bila seutas rentangan tali nada alat music diperpendek lima puluh persen akan menyebabkan nada yang dihasilkan menjadi satu oktaf lebih tinggi. Sekarang yang dipelajari bukan hanya analisa nada dan perbandingan getaran dua nada yang matematis tetapi juga pengaruhnya terhadap manusia. Hal itu diketahui dari penelitian yang dilakukan dengan memperdengarkan baik music secara lengkap atau hanya irama. Ternyata : denyut nadi, kecepatan pernafasan, tahanan listrik pada kulit dan pembuluh darah si pendengar mengalami perubahan. Bahkan terbukti bahwa denyut jantung akan menyesuaikan diri dengan irama yang didengarnya. Irama music dengan kecepatan per detik hampir sama cepatnya dengan irama alam. Irama tersebut sama cepatnya juga dengan denyut jantung (rata2 0,8 detik). Waktu 0,8 detk ini sama dengan waktu yang dibutuhkan untuk berbagai proses sederhana dalam otak. Musik apa saja baik yang berirama cepat maupun lambat, keduanya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap manusia.

                Selain itu, ditemukan juga bahwa music dapat menimbulkan dampak perilaku yang aneh bagi pemain music. Penelitian yang dilakukan terhadap 208 pemain music professional pada tiga buah kelompok orchestra itu menunjukkan bahwa music-musik jaman sekarang memiliki pengaruh buruk atas kesehatan pemain. Eksperimen dilakukan pada orkes pertama yang memainkan music-musik modern, orkes kedua memainkan music campuran dan orkes ketiga memainkan music klasik. Ternyata pemain music pada orkes klasik lebih sehat dibanding dengan yang lainnya. Para musisi orkes yang modern umumnya sering dilanda rasa gelisah, mudah marah, agresif, sulit tidur, sakit kepala dan sering murung. Gejala sindrom tersebut muncul karena para pemain music modern mengalami pertentangan dari pakem music yang pernah dipelajarinya karena banyak nada-nada janggal yang harus didengar dan dimainkan oleh pemain yang sebelumnya dididik dalam music klasik.         

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arigato atas kunjungan dan komentar agan. Komentar yang anda berikan menjadi motivasi saya membuat blog ini tetap hidup. Silahkan beri komentar yang berkaitan dengan artikel, blog, saran. Jangan berkomentar dengan bahasa yang tidak sopan.