Selamat datang di Snow Wolf of Peaceful, Terima Kasih telah berkunjung jangan lupa tinggalkan komentar | Selamat datang di www.hshirokuro.blogspot.com | Apabila ada artikle yang tidak layak / SARU harap coment di blog ini atau bisa memberi tahu lewat Twitter kami | Terima Kasih telah berkunjung |

Rabu, 04 Juni 2014

Sad Romance Story

Cerita cinta merupakan sebuah kisah cerita cinta yang dapat berakhir dengan bahagia ataupun sebaliknya, seperti ceritaku ini. Namaku Vita, aku seorang wanita yang kuliah disalah satu universitas di Bandung, aku seorang mahasiswi semester 1 di bulan ini, aku baru saja mengikuti sebuah kegiatan seperti sebuah ekstra yaitu kegiatan fotografer and editing.... aku mulai menyukai kegiatan ini setelah melihat foto-foto milik temanku yang terlihat sangat menarik dan untuk itu aku memutuskan untuk mengikuti salah satu kegiatan fotografer didekat daerah kampusku.
                Sialnya dihari pertama aku datang, klub mengadakan kegiatan fotografer disebuah daerah puncak di Bandung, saat disana seluruh anggota klub menyebar dan memulai memfoto pemandangan pemandangan yang ada tidak terkecuali aku, aku yang baru saja memegang kamera slr ini sungguh tidak tahu samasekali mengenai pengoprasian kamera ini, disaat semua orang jeprat jepret sana sini aku hanya bisa membuka menutup serta memfokuskan lensa kamera saja,
tiba-tiba datang seorang cowok, wajah itu wajah yang tidak asing lagi bagiku dengan tubuhnya yang agak tinggi dan agak gendut itu serta kulitnya yang bisa dibilang putih untuk kalangan lelaki....yap benar...dia adalah cowo yang dulu se-sma denganku,dia itu cowok yang dulu bisa dibilang suka denganku tapi aku selalu cuek dengannya dan tidak peduli dengannya, memang dulu dia pernah dekat denganku namun hanya sebentar kurang lebih 1minggu...
hay....suaranya membangunkan lamunanku “kenapa kameranya?” tanyanya “rusak ya?” , aku hanya terdiam dan mengangguk angguk tak jelas, dia lalu mengambil kameraku memencet mencetnya lalu memfoto-foto ku dari berbagai sisi
“bagus kok kameranya juga orang yang difoto” katanya lalu dia mengembalikan kameraku, dia masih seperti dulu sering mengucapkan kata-kata romantis secara tidak sadar..”kok belum memotret?” tanyanya lagi,”emm aku tidak bisa memakainya” jawabku lirih karena takut diterwainya, ternyata dia tidak tertawa hanya tersenyum lalu dia mengajakku duduk disebuah kursi dan memberiku tips trik memfoto yang bagus sambil sesekali dia memfotoku,
Oh iya, namanya Tony walau dia dulu satu tahun ajaran denganku waktu sma namun diklub ini dia bisa dibilang seniorku, berkat klub ini pertemananku dengannya kembali terjalin seperti dahulu yang hanya seminggu,
dan tak kusangka dia lebih romantis dari yang aku kira namun tetap seperti dulu aku lebih sering cuek kepadanya dan selalu saja dia yang membuka percakapan terlebih dahulu, lalu dia sering menanyai kesehatanku, menyuruhku makan dan pokoknya dia sangat peduli denganku tapi aku tidak begitu dengannya..memang terasa jahat dibenakku...
2bulan lebih pertemananku dengannya berlanjut dan kurasa dia masih menyukaiku seperti waktu dulu buktinya dia sangat peduli denganku dan lama kelamaan aku menyayanginya yang selalu membuat hariku ceria dan mungkin begitu juga perasaanya kepadaku, namun ada satuhal yang membuatku khawatir, rasa sayang yang berlebihan akan membawanya menyatakan sesuatu kepadaku, sesuatu yang akan sangat sulit kuterima
Aku memang menyayanginya karena kepeduliannya kepadaku namun aku tidak mencintainya, aku lebih mencintai seorang lelaki bernama Rony, aku mencintai lelaki yang bahkan dia tidak tahu bahwa aku mencintainya,seorang laki-laki yang aku cintai secara diam-diam.
Aku mencintai Rony, teman serumah dahulu sejak kecil saat aku tinggal di jogja, letak rumahnya berada tepat didepan rumahku, seseorang yang selalu mengisi hatiku sejak dulu. Namun kini kita berbeda daerah karena kuliah, walau kepergiannya entah kemana namun tidak pernah melunturkan cintaku padanya.
Saat hari itupun tiba, Tony menyatakan cintanya padaku, yah mau gimana lagi aku menerima cintanya tapi bukan karena aku mencintainya tapi karena aku tak ingin kehilangan kepeduliannya kepadaku yang selalu mengisi hidupku, mungkin juga bisa dikatakan balasbudi karena telah banyak membantuku. Namun aku sedikit merasa bersalah karena sering saat bersamanya aku malah memikirkan Rony, bahkan Tony pernah memergokiku sedang melihat foto Rony diHPku tapi tak kusangka dia hanya tersenyum dan tertawa menggodaku, yah begitulah sikapnya humoris dan tak suka membesarkan sebuah masalah ditambah sangat memberiku sebuah kebebasan tapi sangat perduli denganku.
Semakin lama kami berpacaran, semakin banyak kata-kata manis yang dia keluarkan seperti jangan lupa makan dan solat, selamat tidur, selamat pagi dan hampir semuanya membuatku merasa bosan. Kerinduanku pada Rony kadang membuatku marah-marah tanpa alasan kepadanya namun Tony hanya mendengarkan saja dan tersenyum lalu seperti biasa dia selalu menghiburku.
Suatu hari aku mendengar kabar dari temanku Hary bahwa dia berada satu daerah dengan Rony dan dia mengatakan bahwa Rony akan pindah ke Bandung dekat daerahku karena suatu alasan, sungguh ini adalah berita yang sangat membahagiakan hatiku. Benar saja selang beberapa hari aku melihat Rony sedang menggunakan mobil sedannya menuju sebuah daerah.
Pada saat itu kalau tidak salah malam minggu aku sebenarnya sudah membuat janji dengan Tony untuk pergi makan bersama namun pada sore itu juga aku membatalkan janji itu dan Tony memaklumiku karena tau beberapa hari ini pekerjaanku menumpuk namun pembatalan janji itu bukan untuk tujuan itu melainkan aku pergi untuk mencari rumah Rony,
dengan sepeda mini warna hitam yang biasa aku pakai aku mencari rumah Rony hingga larut malam, saat pukuk20.30 aku merasa lelah dan berhenti didepan gerbang sebuah rumah, tiba-tiba sara laki memanggilku “Hay Vita?, sudah lama tidak bertemu” aku kaget dan aku melihat sosok itu adalah Rony, sungguh saat itu aku senang sekali bisa melihatnya lagi setelah sekian lama, lalu kami ngobrol-ngobrol didalam rumahnya dan pada tengah malam aku diantar pulang dengan mobilnya.
Hari demi hari berlalu hubunganku dengan Rony semakin baik bahkan semakin dekat, kami sering bertelponan bersms-an bahkan kami sering ketemuan, sedangkan hubunganku dengan Tony sepertinya semakin renggang walau Tony masih sering memperdulikanku seperti biasanya namun aku agak sedikit cuek kepadanya, dan aku tidak begitu peduli akan hal ini karena aku sedang sangat senang sekali bisa bersama kembali dengan Rony,
Berminggu-minggu aku dekat dengan Rony,seseorang yang dari dulu aku cintai ini, bahkan karena hal ini aku sering sekali tidak memperdulikan Tony dan sering sekali membatalkan janji dengan Tony hanya untuk bersama dengan Rony seperti malam ini, aku makan malam bersama dengan Rony alias nge-date yah ini adalah hal yang sangat kutunggu-tunggu sejak dulu apalagi ditambah suasana makan malam dengan candle lamp diner, dan saat pulang aku diantar dengan mobilnya menuju rumah kosku,
Namun tidak kusangka, saat setibanya dirumah ada sesosok laki-laki yang sedang menunggu didepan rumah, ‘siapa itu menunggu hingga larut malam didepan rumah kosku’ pikirku, ternyata itu Tony , ah aku sungguh tidak ingin ini terjadi tapi Ronypun sudah terlanjur keluar dari mobil, ‘Hai Vita,ini ada barang titipan untukmu, kurasa harus segera kuberikan kepadamu’ kata Tony, sungguh aku kaget dia tidak marah sedikitpun bahkan dia menyapaku dengan senyumnya seperti biasa dan dia juga bertingkah baik dengan Rony seolah tidak ada hubungan apapun diantara aku dengan Tony, dia memberiku sebuah bingkisan dan diapun berpamitan pulang kepadaku dan Rony yang berdiri didepanku.
Aku tak begitu menghiraukannya, lalu Ronypun juga pulang, aku masuk dan membuka bingkisan tersebut, ternyata isinya adalah gelang yang selama ini aku inginkan yang aku lihat disebuah mall didaerah bandung harganya cukup mahal makanya tidak aku beli langsung waktu itu, aku sungguh merasa bersalah tapi aku sedang lebih senang karena bisa bersama dengan Rony.
Pada saat itu, jumat pagi aku dibangunkan oleh Tony, yah Tony memang aku beri 1kunci cadangan rumah kosku dan akupun juga memiliki satu kunci cadangan rumah kosnya, ‘bangun cantik, sudah siangan’ katanya, akupun bangun dan berjalan menuju meja makan, disana sudah ada makanan yang tersedia untukku seperti biasa, memang Tony lebih sering memasakan makanan untuk dipagi hari dan membawakanku makanan pada malam hari dan dia juga lebih sering membersihkan rumah koshku daripada aku, dia memang rajin itu yang aku suka dan masakannya pun lebih enak dari masakanku sendiri. Pagi itu aku meminjam uang kepada Tony, aku melihatnya dia memberiku sekitar 280.000 dan aku lihat itu sepertinya uang terakhirnya dibulan ini karena aku juga melihat dompetnya yang kosong setelah meminjamiku uang, ‘untuk apa sayang?’ tanyanya padaku, ‘ah tidak ini aku pinjam dulu ya untuk membayar barang pesananku, minggu depan janji aku kembalikan’ jawabku. Memang aku sering meminjam uang kepadanya karena uang bulananku sangat sedikit, tapi bukan untuk tujuan itu melainkan untuk membeli sebuah hadiah untuk Rony karena hari ini dia berulang tahun.
Siang harinya aku membeli sebuah hadiah untuk Rony, dan disore harinya aku diajak pergi ketempat pesta yang diadakan Rony, tidak kusangka itu adalah tempat dugem memang bukan tempat dugem yang frontal seperti diluar sana dan disini ternyata juga banyak teman-teman sma ku yang dia undang, kami berpesta ria hingga larut malam kurang lebih pukul 21.30 lalu pulangnya aku diantarnya menggunakan motor ninjanya karena mobilnya sedang masuk tempat servis, namun ditengah jalan hujan deras sekali disertai angin besar dan halilintar yang menyembar-nyambar. Karena jarak rumahku dan rumah Rony dari tempat ini lebih dekat kerumah Rony makanya aku dibawa kerumahnya, dirumahnya dia memberiku coklat hangat dan handuk serta pakaiannya untuk membuat badanku hangat katanya. Aku mengobrol ngobrol dengannya, namun aku heran sudah sekian lama tapi dia belum juga menyatakan cintanya kepadaku, untuk itu aku memberanikan diri menanyakan hal ini kepadanya demi menjawab rasa keingintahuanku. Aku kaget ternyata dia tidak sadar bahwa aku mencintainya, “sejakkapan kamu mencintaiku?” tanyanya padaku, “sejak dulu,sudah sejak kecil aku mencintamu”jawabku. Lalu dia terdiam begitupun aku, kita sama-sama tidak mengobrol lagi, entah bagaimana perasaanya tapi yang jelas aku sangat marah dan merasa sangat bodoh pada malam ini, ternyata selama ini aku mencintai seseorang yang bahkan tidak mencintaiku sama sekali dan aku juga merasa bersalah karena tidak memperdulikan orang yang benar-benar mencintaiku bahkan aku tidak tau Tony sedang apa dimalam hari ini,Kutunggu hingga tengah malam hujan tak kunjung reda dan secara tak sadar aku tertidur disofa rumah Rony, lalu pada pagi harinya dia membelikanku sarapan dan mengantarku pulang kerumah
Saat dirumah aku heran karena seperti ada sebuah barang yang diletakan dibawah meja depan dirumahku tertutup sebuah plastik, namun karena aku sangat lelah aku langsung masuk dan mandi dan tidur lagi, saat itu aku terbangun pukul 12.00 siang, aku menyalakan hpku yang telah kumatikan sejak pesta kemarin, ternyata ada 20 pesan dan 6telpon masuk, astaga itu dari Tony, dia mengatakan ‘sudah malam belum pulang sayang?’ ‘ya udah aku tunggu sebentar lagi ya, gak lupa kan dengan janji kita malam ini’ astagah, aku kaget setelah membaca pesan terakhirannya ternyata aku lupa bahwa aku mempunyai janji dengan Tony malam ini,
aku segera kedepan rumah aku lihat ada kamera terpasang diatas dekat pintu rumahku, kameranya tidak basah karena diletakan agak sedikit keatas karena dirumahku itu bagian depannya tidak ada penutupnya paling hanya sekitar 30cm dari tembok depan rumah, aku mengambil kamera itu dan ternyata kamera itu masih merekam, aku menyetopnya dan menyetel ulang isi video kamera itu, aku melihat sekitar pukul 18.30 Tony sedang memasang kamera ini didepan rumah lalu dia pergi dan dia kembali lagi sekitar pukul 19.30 dengan motor bebeknya yang biasa, dia memarkirkan motor di bawah sebuah pohon rambutan lalu dia jalan dan duduk didepan rumah sambil membawa sebuah kotak besar ditutupi bungkus warna merah muda, dia duduk, bermain hp, dan berkali kali berusaha menelpon dan sepertinya dia menungguku selama berjam-jam, lalu hujan deraspun mengguyur tubuhnya namun dia tidak pergi dia hanya pergi kesamping rumah dan mengambil sebuah plastik kecil untuk menutupi barang yang dia bawa, dibawah derasnya hujan sepertinya dia tetap menungguku dimalam hari yang dingin itu, sungguh kasihan aku melihatnya, hujan saat itu deras sekali anginnya pun kencang disertai halilintar yang kadang menyambar namun dia tetap disitu menungguku, hingga puku 1malam akhirnya dia berdiri dari duduknya , dia terlihat basah kuyup dan dia berusaha menulis sebuah tulisan dan memasukan kedalam bingkisan yang dia bawa lalu meletakan bingkisan itu dibawah meja depan rumahku, dia lalu berjalan menuju motornya dia berusaha menyalakan motor itu namun tidak nyala-nyala dia mengecek isi bensin lalu dia berjalan menuntun motornya pergi ditengah malam dan derasnya hujan , sepertinya dia kehabisan bensin dan aku ingat kalau uangnya habis aku pinjam padahal rumah kosnya lumayan jauh jaraknya dari rumah kosku, lalu dia berjalan mendorong sepeda motornya  hingga tidak terlihat kamera lagi,
Lalu aku meletakan kamera itu dimeja dan mengambil bungkusan yang semalam Tony bawa, aku membukanya dan ada sebuah surat,
“Malam cantik, udah malam kok belum pulang juga, hujan pula kalo pulang jangan hujan-hujanan ya nanti sakit,oh iya, aku udah nunggu lama didepan rumah kamu tapi kamu gak dateng-dateng lagi sibuk ya, jangan kemaleman kerjanya ya, oh iya malam ini kita kan punya janji tapi karena kita gak ketemu jadi aku tulis ajadah, selamat ya ini hari jadi kita lho!makasih selama ini udah mau sayang sama aku dan aku minta maaf kalo banyak salah selama ini. Uh udah malam aku pulang dulu ya! Daah cantik”
Aku ingin menangis rasanya setelah membaca surat itu, ternyata aku lupa kalau hari itu adalah hari jadian kami,. Aku langsung pergi dengan angkutan umum kerumahnya, aku masuk kerumahnya ternyata kosong, aku berusaha menelponya dan aku mendengar suara hpnya dikamarnya, aku masuk kekamarnya tapi tidak ada,sungguh berantakan ada banyak tisu lalu aku membuang tisu itu ketempat sampah, aku kaget ada banyak sekali tisu berdarah ditempat sampah itu, lalu aku bingung lari keluar, kulihat ada seorang tante datang dan mengatakan “ini temannya nak Tony ya?” “Nak Tony ada dirumah sakit, tadi pagi dia sakit parah sepertinya ini penyakit sudah dia miliki sejak lama” Lalu aku segera pergi kerumah sakit , aku berlari menuju ruanganya, ada banyak dokter didalam dan aku melihatnya sedang batuk batuk mengeluarkan darah cukup banyak lalu aku melihatnya dia melirik kearahku dan tersenyum, lalu pandanganku ketutupan dokter, dan agak lama aku menunggu ada seorang dokter keluar dan aku bertanya padanya, dokter mengatakan bahwa pacarku telah tiada dia sudah meninggal karena penyakitnya yang tambah parah......
Sehari setelah pemakamannya aku hanya duduk terdiam didepan rumah, tiba-tiba ada seorang petugas pengirim paket datang, aku menerima paket itu dan aku membukanya itu adalah sebuah laptop mahal yang sangat aku inginkan,aku membaca pengirimnya namanya adalah Tony yah aku pun menangis ini adalah hadiah terakhirnya untukku....good bye......

THE END

Mohon maaf apabila ada kesalahan tulis serta apabila ada kesamaan nama tokoh serta nasib, cerita diatas hanyalah khayalan belaka

Judul               : Sad Romance Story
Penulis            : Kaito K.I.D
Publisher        : S.W.O.PTM
Editor                  : Kaito K.I.D admin S.W.O.PTM
Copyright by
Kaito K.I.D
S.W.O.PTM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arigato atas kunjungan dan komentar agan. Komentar yang anda berikan menjadi motivasi saya membuat blog ini tetap hidup. Silahkan beri komentar yang berkaitan dengan artikel, blog, saran. Jangan berkomentar dengan bahasa yang tidak sopan.