JAKARTA - Kejahatan terus terjadi setiap harinya. Namun,
menjelang pelaksanaan bulan Ramadhan, beberapa jenis kejahatan mengintai
warga Ibu Kota. Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaannya.
Kepala
Biro Operasi Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Agung Budi Maryoto,
mengatakan, ada beberapa jenis kejahatan yang menonjol saat bulan
Ramadhan, yakni pencurian dengan kekerasan, hipnotis, dan perampokan
rumah tak berpenghuni.
"Paling sering ditemukan tiga jenis
kehajatan itu. Kalau untuk hipnotis bisa terjadi di bus," kata Agung,
Kamis (19/7/2012), di Mapolda Metro Jaya.
Sementara untuk kasus
pencurian rumah tak berpenghuni, Agung mengimbau warga agar meningkatkan
pengamanan di rumahnya. Jika ingin meninggalkan rumah dalam waktu lama,
warga diminta untuk mengunci rumahnya dengan benar.
"Usahakan
rumah dititipkan oleh sekuriti tempat tingggal Anda. Barang-barang
berharga disarankan untuk dibawa atau dititipkan di tempat yang paling
aman agar tidak mengundang penjahat," kata Agung.
Momentum bulan
puasa, katanya, dijadikan kesempatan bagi para penjahat untuk
melancarkan aksinya. Waktu yang rawan kejahatan yakni usai berbuka puasa
hingga menjelang sahur. "Untuk itu masyarakat diminta untuk ekstra
hati-hati, karena momentum saat ini bisa disalahgunakan oleh oknum yang
tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindak kejahatan," ujarnya.
Agung
menjelaskan, jenis kejahatan lainnya yang biasa terjadi pada bulan
puasa adalah maraknya peredaran uang palsu, dan perampokan nasabah bank.
"Selain itu kami juga antisipasi gesekan antarormas," ujarnya.
Adapun,
pelaksanaan bulan puasa bagi umat muslim tahun ini akan mendapatkan
pengawalan 8.645 personel gabungan pengamanan. Jumlah itu merupakan
pasukan gabungan dari Polda Metro Jaya, Satpol PP, Dinas Perhubungan,
Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, Jasa Marga dan Tentara
Nasional Indonesia (TNI).